Seorang Pelukis

Lebih Baik Dipaksa Masuk Surga daripada Sukarela Masuk Neraka

Posted by on Mar 5, 2014 in Buku | 0 comments

Lebih Baik Dipaksa Masuk Surga daripada Sukarela Masuk Neraka

Teramat bodoh dan menyiksa diri jika hidup hanya ditujukan untuk toilet. Sekali lagi, toilet adalah tempat singgah bukan tujuan. Dan yang sudah keluar dari toilet—sebagus apa pun toiletnya—tidak akan kembali mengorek-ngorek atau sekadar melihat-lihat apa yang tadi dilakukan di sana. Siapa yang dapat kembali ke dunia setelah mati? Nggak ada!

Seindah dan sebersih apa pun toiletnya, akhirnya akan diludahi, dikencingi, dan diberaki juga. Sorry, maaf jangan tersinggung yang siang-malam terus-menerus mengurusi toilet. Toilet… toilet-toilet wangi, wangi-wangi pesing.

***
Begitulah sekelumit bahasan dalam buku ini, selain juga memuat hal-hal menarik yang “berkeliaran” di sekeliling kita. Ada inspirasi dari keluarga; ada petuah dari pergaulan dengan tetangga dan teman sejawat; ada renungan yang patut dicamkan dari ontran-ontran yang semakin mambu dari kursi para pemangku kuasa. Juga ada berbagai analogi yang jarang diketengahkan oleh para penulis umumnya, sebut saja dunia dengan toilet; jamaah shalat dengan pekerja bangunan; sampah masyarakat dengan kerikil; dan masih banyak lagi hal tak terduga yang akan Anda temukan di dalamnya.

Karenanya, siapkan diri Anda untuk menerima ilmu yang sangat langka ini…!!! Berani…???

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>